Tuesday, April 27, 2010

Resign or not Resign, There's only choices

Ada satu kejadian penting dalam hidupku yang aku ingin ceritakan.
Selepas MILAD III TDA tahun lalu, keinginanku untuk berusaha di atas kaki sendiri semakin besar.
Tiap masuk kantor rasanya gak betah, tapi aku coba bertahan. Tapi entah apa ini namanya, dalam benakku selalu terbersit keinginan untuk berdagang.

Akhirnya aku mulai menjadi amphibi (istilah di komunitas TDA untuk orang orang yang sudah mulai wirausaha tapi juga berstatus karyawan). Mulai dari membuat susu kedelai yang aku jajakan tiap hari di kantor, ikut bazaar sabtu-minggu sampai ikutan PRJ bareng rekan-rekan TDA lain.

Akhirnya, keinginan itu sudah tidak tertahan lagi. Aku berkali-kali mengajukan keinginan resign ke managerku yang berkali-kali juga dengan sukses ditolak olah Pak Sigit sang manager yang concern dengan masa depan.
Pak Sigit memberi masukan, coba setelah usaha stabil baru ajukan resign lagi, dsb...

31 Agustus 2009, itulah akhirnya hari terakhir aku di VICO Indonesia. Perusahaan yang selama 3 tahun memberi begitu banyak kesenangan, kenangan dan pengalaman menyenangkan.
Hari itu, aku tak kuasa menahan derai air mata (lebai banget ya, tapi itu jujur kok) mengingat kehilangan waktu-waktu kebersamaan dengan kolega-kolegaku yang sudah seperti saudara sendiri.

Goodbye kantorku, goodbye karirku, goodbye statusku. Hari itu, kumulai lembaran hidup menjadi seorang wirausaha (dan calon pengusaha). Belajar menuruti takdir yang sudah digariskan Tuhan, menjadi orang besar. Aminnnn...

1 comment:

Anonymous said...

This is very interesting, You are a very skilled blogger.
I've joined your feed and

look forward to seeking more of your great post. Also, I've
shared

your website in my social networks!
Also see my page :: classifieds Jobs moguer